Legenda Putri Kaguya: Kisah Putri Bulan yang Bikin Jepang Susah Move On

“Ada pertemuan yang tidak ditakdirkan untuk bertahan selamanya, tetapi justru karena singkat, kenangannya menjadi abadi.”

cruisesplusinternational – Jauh sebelum cerita tentang alien, perjalanan ke bulan, atau mysterious girl menjadi formula populer dalam film dan anime, Jepang sudah punya kisah yang surprisingly modern untuk ukuran zamannya. Namanya Legenda Putri Kaguya, cerita tentang seorang gadis cantik yakni Putri Kaguya yang ditemukan di dalam batang bambu bercahaya, tumbuh menjadi perempuan luar biasa, menolak sederet pria elite, lalu meninggalkan Bumi untuk kembali ke bulan. Sounds like fantasy? Absolutely. Tapi di balik premisnya yang dreamy, ceritanya justru berbicara tentang sesuatu yang sangat manusiawi: cinta, kehilangan, kebebasan, dan ketidakmampuan manusia mempertahankan semua hal yang dicintainya.

Putri Kaguya dikenal melalui karya klasik Jepang Taketori Monogatari atau The Tale of the Bamboo Cutter. Karya tersebut diperkirakan berasal dari akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10 dan sering dianggap sebagai salah satu karya naratif prosa tertua dalam sastra Jepang. Bahkan The Tale of Genji, karya monumental Murasaki Shikibu dari awal abad ke-11, menyebut kisah pemotong bambu tersebut sebagai semacam “nenek moyang” cerita.

Yang bikin cerita ini tetap fascinating lebih dari seribu tahun kemudian adalah bagaimana Putri Kaguya tidak digambarkan hanya sebagai putri cantik yang menunggu seorang pangeran datang menyelamatkannya. Quite the opposite. Para pria justru datang mengejarnya, sementara Putri Kaguya repeatedly mengatakan tidak. Bahkan ketika seorang kaisar tertarik kepadanya, cerita tidak otomatis berakhir dengan royal wedding. Putri Kaguya punya jalan hidupnya sendiri, dan manusia di sekelilingnya pada akhirnya harus menerima bahwa tidak semua yang mereka cintai dapat mereka miliki.

Legenda Putri Kaguya Bermula dari Sebatang Bambu Bercahaya

Kisah dimulai dari seorang pemotong bambu tua bernama Taketori no Okina. Dalam sejumlah terjemahan, tokoh ini juga disebut Sanuki no Miyatsuko. Seperti hari-hari biasanya, ia pergi ke kawasan bambu untuk bekerja. Namun pada suatu hari, ia melihat sesuatu yang unusual: salah satu batang bambu memancarkan cahaya dari bagian dalamnya.

Karena penasaran, sang pemotong bambu mendekati sumber cahaya tersebut. Ketika bambunya dibuka, ia menemukan seorang gadis berukuran sangat kecil di dalamnya. Dalam terjemahan klasik F. Victor Dickins, sosok itu digambarkan hanya sekitar tiga inci tingginya. Sang pemotong bambu kemudian membawa gadis tersebut pulang untuk dibesarkan bersama istrinya.

Sejak kehadiran gadis misterius itu, kehidupan pasangan tersebut berubah. Sang pemotong bambu kemudian menemukan emas di batang-batang bambu yang ditebangnya sehingga keluarganya menjadi semakin makmur. Sementara itu, anak yang mereka temukan tumbuh dengan kecepatan yang tidak biasa sampai akhirnya menjadi seorang perempuan dengan kecantikan luar biasa.

Ia kemudian dikenal sebagai Nayotake no Kaguya-hime, yang secara umum dikenal sebagai Kaguya-hime atau Putri Kaguya. Dari sinilah cerita mulai bergerak dari magical childhood menuju drama yang surprisingly complicated.

Kecantikan Putri Kaguya Membuat Para Pria Datang dari Mana-Mana

putri International Folk Tales

Berita mengenai kecantikan Putri Kaguya menyebar. Para pria mulai berdatangan karena ingin melihat dan menikahinya. Banyak dari mereka akhirnya menyerah karena sulit mendapatkan kesempatan bertemu dengannya, tetapi lima pria berpangkat tinggi tetap bertahan.

Kelima pelamar tersebut berasal dari kalangan elite. Mereka yakin kekayaan, status, dan persistence akan cukup untuk mendapatkan hati Putri Kaguya. Kalau memakai bahasa dating era sekarang, kelimanya mungkin merasa punya semua checklist: jabatan ada, uang ada, koneksi ada, effort juga katanya ada.

Putri Kaguya, however, tidak impressed begitu saja.

Daripada langsung memilih salah satu dari mereka, Putri Kaguya memberikan masing-masing pelamar sebuah tugas. Mereka harus membawa benda yang sangat langka atau bahkan practically impossible untuk diperoleh. Hanya pria yang berhasil memenuhi permintaannya yang berpeluang menikahinya.

Dan dari sinilah bagian paling iconic dari legenda Putri Kaguya dimulai.

Lima Pelamar dan Lima Impossible Missions

Pelamar pertama diminta mendapatkan mangkuk batu suci milik Buddha dari India. Pelamar kedua harus membawa cabang permata dari Gunung Hōrai, sebuah tempat legendaris yang diasosiasikan dengan dunia para makhluk abadi. Pelamar ketiga diminta memperoleh jubah yang konon tidak dapat terbakar. Pelamar keempat harus mendapatkan permata berwarna dari leher seekor naga. Sementara pelamar kelima harus memperoleh benda berharga yang berkaitan dengan sarang burung layang-layang.

Problem-nya obvious: barang-barang tersebut nyaris mustahil diperoleh.

Alih-alih membuktikan cinta melalui kejujuran, beberapa pelamar mencoba mencari shortcut. Ada yang membawa barang palsu, ada yang membuat cerita seolah telah menjalani perjalanan luar biasa, dan ada pula yang akhirnya menghadapi bahaya sungguhan ketika mencoba memenuhi permintaan Putri Kaguya.

Satu demi satu usaha mereka gagal.

Bagian ini sebenarnya cukup savage kalau dibaca dengan perspektif modern. Putri Kaguya tidak perlu berteriak atau mempermalukan para pelamarnya. Ia simply membuat sebuah standar yang mengungkap karakter mereka. Ketika dihadapkan pada sesuatu yang sulit, siapa yang akan jujur? Siapa yang berbohong? Siapa yang menggunakan kekayaan untuk memanipulasi keadaan? Dan siapa yang terlalu ambisius sampai mempertaruhkan dirinya sendiri?

Jadi lima tugas tersebut bukan sekadar side quest untuk membuat cerita lebih exciting. Mereka juga bisa dibaca sebagai kritik terhadap kesombongan, status sosial, dan keyakinan bahwa segala sesuatu dapat diperoleh dengan kekuasaan atau kekayaan.

Ini bagian yang membuat Putri Kaguya terasa oddly contemporary.

Dalam banyak fairy tale populer, seorang putri biasanya bergerak menuju satu ending menikah dengan pangeran. Pernikahan menjadi reward sekaligus happy ending. Dalam Taketori Monogatari, formula tersebut justru dibalik.

Putri Kaguya adalah pusat cerita, tetapi ia bukan hadiah bagi pria yang paling kuat.

Kelima pelamar gagal. Bahkan status sosial mereka tidak membuat Putri Kaguya merasa obligated untuk menerima salah satu dari mereka. Agency karakter perempuan seperti ini terasa menarik mengingat usia ceritanya yang diperkirakan sudah lebih dari satu milenium.

Tentu kita perlu hati-hati untuk tidak memaksakan seluruh konsep sosial abad ke-21 kepada teks abad ke-10. Namun secara naratif, keputusan Kaguya tetap remarkable. Ia tidak digambarkan sebagai perempuan yang hidupnya baru lengkap setelah memperoleh pasangan. Sebaliknya, para pria justru dibuat berputar mengelilingi keputusan Kaguya.

She chooses.

Dan terkadang, pilihannya adalah tidak memilih siapa pun.

Kaisar Jepang Pun Tertarik kepada Putri Kaguya

Setelah kisah lima pelamar, kabar mengenai Kaguya akhirnya sampai kepada Kaisar. Sang Kaisar kemudian tertarik kepadanya dan ingin membawanya ke lingkungan istana.

Dalam fairy tale yang lebih conventional, ini seharusnya menjadi ending sempurna. Lima pria gagal, lalu datang pria dengan status tertinggi di negeri tersebut. Kaguya menikah dengan Kaisar, masuk istana, lalu everyone lives happily ever after.

Except Kaguya says no.

Hubungan Kaguya dan Kaisar menjadi lebih subtle dibanding interaksinya dengan lima pelamar sebelumnya. Dalam berbagai versi dan terjemahan cerita, keduanya tetap berkomunikasi melalui surat dan puisi. Namun Kaguya tetap tidak menjadi milik Kaisar.

Di sinilah cerita mulai terasa increasingly melancholic. Kita perlahan menyadari bahwa alasan Kaguya menolak manusia mungkin jauh lebih besar daripada sekadar tidak menemukan pria yang cocok.

Because she does not belong here.

Setelah bertahun-tahun tinggal di Bumi, perilaku Kaguya mulai berubah. Pada malam-malam tertentu, terutama ketika melihat bulan, ia menjadi sedih dan menangis.

Keluarga yang membesarkannya tentu kebingungan. Mereka telah menganggap Kaguya sebagai anak sendiri. Kehadirannya membawa kebahagiaan dan mengubah seluruh kehidupan keluarga tersebut. Maka ketika Kaguya akhirnya menjelaskan alasan kesedihannya, cerita berubah dari magical tale menjadi tragedy.

Kaguya mengungkap bahwa dirinya bukan berasal dari Bumi.

Ia berasal dari Tsuki no Miyako, atau ibu kota/kerajaan bulan.

Dan waktunya di dunia manusia hampir berakhir.

Pada malam bulan purnama bulan kedelapan, orang-orang dari bulan akan datang menjemputnya. Kaguya tidak punya kemampuan untuk menghentikan kepulangan tersebut.

Suddenly, semua penolakan sebelumnya terasa berbeda.

Ini bukan hanya cerita perempuan yang tidak ingin menikah. Kaguya hidup dengan kesadaran bahwa kehidupannya di Bumi memiliki expiration date.

Pasukan Dikerahkan untuk Mencegah Putri Kaguya Kembali ke Bulan

Ketika Kaisar mengetahui bahwa Kaguya akan dibawa pergi, ia tidak tinggal diam. Pasukan dalam jumlah besar ditempatkan untuk menjaga kediaman Kaguya.

Secara logika manusia, strategi tersebut masuk akal. Kalau seseorang akan diculik atau dibawa pergi, protect them. Gunakan tentara. Tutup akses. Jaga setiap sudut.

Tapi yang datang bukan pasukan dari kerajaan manusia.

Ketika waktunya tiba, rombongan makhluk surgawi turun dari langit untuk membawa Kaguya kembali ke bulan. Para penjaga manusia tidak mampu menghentikan mereka. Senjata dan kekuatan militer kehilangan meaning ketika berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar dunia mereka.

Kaguya sendiri tidak sepenuhnya digambarkan sebagai seseorang yang excited untuk pergi. Ia telah membangun attachment dengan keluarga manusia yang membesarkannya. Ada kesedihan ketika ia harus meninggalkan mereka.

Namun kepulangan tersebut tidak dapat dibatalkan.

Sebelum kembali, Kaguya menerima pakaian atau jubah berbulu surgawi. Salah satu aspek paling heartbreaking dalam kisah tersebut adalah efek pakaian itu: ketika dikenakan, keterikatan Kaguya terhadap kehidupan duniawi menghilang.

Bayangkan selama bertahun-tahun kamu punya keluarga, rumah, pengalaman, orang-orang yang menyayangimu, dan berbagai memories yang membentuk kehidupanmu. Kemudian semuanya menjadi sesuatu yang tidak lagi bisa kamu rasakan dengan cara yang sama.

That is brutal.

Kaguya meninggalkan surat kepada orang tua angkatnya dan juga kepada Kaisar. Ia turut meninggalkan obat kehidupan abadi atau elixir of immortality sebagai bagian dari perpisahannya.

Setelah itu, Kaguya naik menuju bulan.

Tidak ada wedding.

Tidak ada dramatic rescue yang berhasil.

Tidak ada manusia yang mampu mengejarnya.

Cerita berakhir dengan kehilangan.

Kaisar Menolak Hidup Abadi Tanpa Kaguya

Setelah Kaguya pergi, Kaisar menerima surat dan obat kehidupan abadi yang ditinggalkannya. Secara teori, ini merupakan hadiah paling valuable yang bisa diterima seorang manusia.

Immortality.

Kekuasaan sudah dimiliki. Kekayaan sudah ada. Sekarang ia bahkan mempunyai kesempatan untuk hidup selamanya.

Tetapi Kaisar justru tidak menginginkannya.

Apa gunanya hidup abadi ketika Kaguya tidak lagi berada di dunia yang sama?

Menurut cerita, Kaisar kemudian memerintahkan agar surat Kaguya dan obat keabadian tersebut dibawa ke gunung yang sangat tinggi dan dibakar. Dalam perkembangan tradisi cerita, bagian ending ini kemudian dikaitkan dengan Gunung Fuji. Asosiasi antara nama Fuji dan kisah keabadian Kaguya menjadi salah satu elemen terkenal dalam pembacaan legenda tersebut, meskipun penjelasan etimologis mengenai nama Fuji sendiri memiliki sejarah yang lebih kompleks daripada legenda sastra semata.

Asap yang naik dari gunung menjadi simbol perpisahan terakhir antara manusia dan Putri Bulan.

Romantic? Yes.

Depressing? Also yes.

Makna Legenda Putri Kaguya Lebih Dalam dari Kisah Princess Biasa

Di balik bambu bercahaya dan kerajaan bulan, Taketori Monogatari punya tema yang surprisingly mature. Salah satu yang paling obvious adalah ketidakkekalan.

Tidak semua hal yang indah akan bertahan.

Kaguya datang secara ajaib, membawa kebahagiaan, lalu pergi. Orang tua angkatnya tidak dapat mempertahankannya. Para pelamar tidak dapat memilikinya. Kaisar dengan seluruh kekuasaannya juga tidak dapat membuatnya tinggal.

Everyone loses Kaguya.

Tetapi justru karena kehadirannya sementara, ia menjadi unforgettable.

Tema tersebut punya resonance kuat dengan gagasan estetika Jepang mengenai keindahan yang muncul karena sesuatu tidak berlangsung selamanya. Bunga sakura terasa spesial partly karena cepat gugur. Sebuah pertemuan terasa berharga karena kita tahu ia bisa berakhir. Kaguya bekerja dengan emotional logic yang mirip: kehilangan memberi bobot kepada keberadaan.

Ada layer lain yang tidak kalah menarik: kesombongan.

Para pelamar Kaguya merupakan pria berstatus tinggi. Mereka terbiasa memiliki privilege, resources, dan social power. Namun ketika berhadapan dengan Kaguya, semua itu tidak automatically memberikan mereka apa yang diinginkan.

Kaguya practically mengatakan: prove it.

Kemudian kita melihat bagaimana beberapa dari mereka menggunakan kebohongan atau tipu daya. Status tinggi ternyata tidak identik dengan integritas.

Cerita tersebut seakan mengejek manusia yang menganggap cinta sebagai transaksi. “Aku kaya, aku powerful, aku melakukan effort besar, therefore kamu harus menjadi milikku.”

Kaguya rejects that logic.

Seseorang bisa melakukan effort besar dan tetap mendapatkan jawaban “tidak”. Because affection is not a transaction.

Untuk cerita berusia sekitar seribu tahun, message tersebut terasa unexpectedly fresh.

Bulan menjadi simbol paling powerful dalam keseluruhan kisah. Dari perspektif manusia, bulan terlihat indah tetapi jauh, dapat dipandang tetapi tidak dapat disentuh dengan teknologi pada masa cerita tersebut lahir.

Kaguya memiliki kualitas serupa.

Semua orang bisa melihat kecantikannya. Semua orang menginginkannya. Tetapi tidak ada yang benar-benar dapat memilikinya.

Bumi kemudian menjadi dunia attachment: keluarga, cinta, kesedihan, ambisi, kekayaan, dan kematian. Sementara dunia bulan digambarkan memiliki sifat yang jauh dari kehidupan emosional manusia. Ketika Kaguya mengenakan pakaian surgawi, ikatannya terhadap kesedihan dunia pun menghilang.

Ironically, justru penderitaan dan kehilangan itulah yang membuat kehidupan manusia terasa meaningful.

Kaguya mungkin berasal dari dunia yang lebih sempurna, tetapi pengalaman yang membuat kisahnya begitu touching justru terjadi ketika ia menjadi bagian dari dunia manusia yang imperfect.

Dari Cerita Abad ke-10 Sampai The Tale of the Princess Kaguya

Lebih dari seribu tahun setelah diperkirakan ditulis, kisah Kaguya masih terus diadaptasi. Salah satu adaptasi modern paling terkenal adalah film animasi The Tale of the Princess Kaguya karya sutradara Isao Takahata yang diproduksi Studio Ghibli.

Film tersebut dirilis di Jepang pada 2013 dan kemudian mendapatkan nominasi Academy Award untuk kategori Best Animated Feature.

Versi Studio Ghibli membuat emotional core cerita Kaguya terasa semakin kuat. Dengan visual seperti lukisan tinta dan cat air yang bergerak, Kaguya tidak hanya ditampilkan sebagai mysterious moon princess, tetapi sebagai seseorang yang menikmati kehidupan sederhana di alam, menghadapi tekanan sosial, dan merindukan kebebasan.

Namun pengaruh legenda Kaguya jauh melampaui satu film. Nama, konsep putri Kaguya / bulan, bambu, lima pelamar, hingga gagasan seorang perempuan dari dunia lain telah muncul atau menjadi inspirasi dalam berbagai manga, anime, game, dan karya budaya populer Jepang.

Kalau kamu penggemar anime dan merasa konsep “gadis misterius dari bulan” somehow familiar, well, Jepang sudah memainkan trope tersebut sejak sekitar seribu tahun lalu.

Karena pada akhirnya, Taketori Monogatari bukan benar-benar cerita tentang bulan.

Ini cerita tentang manusia.

Tentang orang tua yang harus merelakan anak. Tentang seseorang yang jatuh cinta tetapi tidak bisa bersama orang yang dicintainya. Tentang manusia yang punya uang dan kekuasaan tetapi tetap tidak bisa mendapatkan semuanya. Tentang seorang perempuan yang tidak bisa dipaksa menjadi milik seseorang. Dan tentang kenyataan bahwa sesuatu tidak harus berlangsung selamanya untuk memiliki arti.

Putri Kaguya datang dari bambu bercahaya sebagai sebuah keajaiban, tumbuh di tengah manusia, membuat bangsawan kehilangan akal, membuat seorang Kaisar jatuh hati, lalu kembali menuju bulan. Yet bagian paling memorable bukan kekuatan supernatural-nya.

Yang kita ingat adalah perpisahannya.

Mungkin itu juga alasan legenda Putri Kaguya mampu bertahan selama lebih dari satu milenium. Dunia berubah, Jepang berubah, manusia berhasil benar-benar mendaratkan wahana di bulan, dan teknologi membuat kehidupan yang dahulu dianggap impossible menjadi possible. Tetapi rasa kehilangan ketika seseorang yang kita sayangi harus pergi?

That part never gets old.

Kaguya akhirnya memang kembali ke bulan. Namun dalam sastra dan kebudayaan Jepang, she never really left.

Referensi

  1. Encyclopaedia Britannica, “Taketori monogatari – Japanese Folktale, 10th Century.” (britannica.com)
  2. Project Gutenberg, “The Old Bamboo-Hewer’s Story (Taketori Monogatari),” terjemahan F. Victor Dickins. (gutenberg.org)
  3. The Metropolitan Museum of Art, “The Tale of the Bamboo Cutter (Taketori monogatari).” (metmuseum.org)
  4. The Academy of Motion Picture Arts and Sciences, The 87th Academy Awards (2015)The Tale of the Princess Kaguya, nominee Best Animated Feature. (oscars.org)
  5. Nippon.com, “The Tale of the Bamboo Cutter: Japan’s Oldest Surviving Narrative.” (nippon.com)

Search

Popular Posts

  • Jersey Devil, Mitos Monster Bersayap dari New Jersey yang Penuh Cerita Horor
    Jersey Devil, Mitos Monster Bersayap dari New Jersey yang Penuh Cerita Horor

    “Tidak semua monster lahir dari kegelapan. Sebagian hidup karena cerita terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.” cruisesplusinternational – Kalau Amerika Serikat punya banyak urban legend yang terdengar seperti plot film horror, Jersey Devil jelas masuk daftar paling iconic. Makhluk ini disebut-sebut hidup di kawasan Pine Barrens, New Jersey, sebuah wilayah berhutan luas yang…

  • Gabon dan Indonesia Ternyata Rayakan Kemerdekaan di Tanggal yang Sama: Ini Faktanya
    Gabon dan Indonesia Ternyata Rayakan Kemerdekaan di Tanggal yang Sama: Ini Faktanya

    Ringkasan: Setiap 17 Agustus, Indonesia tidak sendirian merayakan hari kemerdekaan. Republik Gabon di pesisir barat Afrika Tengah juga merayakan kemerdekaannya dari Prancis pada tanggal yang sama, meski 15 tahun lebih lambat. Ini bukan legenda atau cerita rakyat — ini kebetulan sejarah yang tercatat resmi di kedua negara. Apa yang Sebenarnya Sama dari Gabon dan Indonesia?…

  • Legenda Putri Kaguya: Kisah Putri Bulan yang Bikin Jepang Susah Move On
    Legenda Putri Kaguya: Kisah Putri Bulan yang Bikin Jepang Susah Move On

    “Ada pertemuan yang tidak ditakdirkan untuk bertahan selamanya, tetapi justru karena singkat, kenangannya menjadi abadi.” cruisesplusinternational – Jauh sebelum cerita tentang alien, perjalanan ke bulan, atau mysterious girl menjadi formula populer dalam film dan anime, Jepang sudah punya kisah yang surprisingly modern untuk ukuran zamannya. Namanya Legenda Putri Kaguya, cerita tentang seorang gadis cantik yakni…

Categories

Tags